WARGA SILO YANG TERGABUNG DALAM FORMASI MENOLAK PERUSAHAAN TAMBANG SKALA BESAR YANG AKAN MENAMBANG DI SILO

  

Selamat siang
pada hari Senin tgl 10 Desember 2018 pkl. 10.00 s/d 13.00 wib bertempat di Kantor DPRD Kab. Jember dan Kantor Pemkab Jember tlh dilaks aksi penyampaian aspirasi dalam rangka menolak usaha tambang Silo oleh lbk 3.500 org yg tergabung dlm FORMASI dgn korlap Sdr. HASAN BASRI (Ketua FORMASI).

Adapun rangkaian kegiatan aksi unjuk rasa yang intinya menuntut sebagai berikut:

1. Menolak segala bentuk aktivitas pertambangan di Silo
2. Meminta pencabutan SK Nomor 1802 K/30/MEM/2018.
3. Meminta pendampingan oleh Anggota Komisi DPRD Kab. Jember utk menghadap Gubernur Jatim
4. Apabila per Januari 2019 SK Menteri ESDM tidak dicabut maka akan melakukan penutupan jalan provinsi.

sebanyak 16 perwakilan masa aksi dipimpin oleh :
a. K.H. FARID MUDJIB;
b. HERU PURNOMO;
c. HASAN BASRI;
d. Ust. JUPRI;
e. Ust. TAUFIK NUR AHMADI.
f. M. FAROHAN (Kades Pace).

diterima dan ditemui diruang Banmus DPRD Kab. Jember oleh :
a. Wakil Ketua DPRD Kab. Jember (H.M. AYUB JUNAIDI S.H.)
b. Kapolres Jember (AKBP KUSWORO WIBOWO S.H., M.H.)
c. Ketua Komisi B DPRD Kab. Jember (Sdr. BUKRI)
d. Ketua Komisi C (H. HAFIDI)
e. 5 anggota DPRD Kab. Jember.

Dalam pertemuan tersebut perwakilan aksi menyampaikan :
a. Meminta klarifikasi pada Bupati Jember terkait ikut campur tangan Gubernur Jatim memberikan rekomendasi yang menjadikan wilayah Silo sebagai daerah pertambangan.
b. Meminta DPRD Kab. Jember membuat Peraturan agar blok Silo tidak dijadikan sebagai daerah pertambangan sehingga nantinya dijadikan pedoman utk menolak segala aktivitas pertambangan;
c. Mengharap kepada Anggota DPRD agar tidak membuka sedikit ruang utk adanya aktivitas pertambangan.
d. Agar anggota DPRD Kab. Jember memberikan pendampingan yg serius kepada masyarakat Silo dalam menolak tambang.
e. Meminta agar pihak DPRD Kab. Jember mendampingi massa aksi utk menemui Bupati Jember;
f. Agar Anggota DPRD Kab. Jember membuat surat pernyataan sikap utk menolak aktivitas pertambangan Silo.

Tanggapan anggota DPRD sebagai berikut:
a. Bahwa pihak DPRD Kab. Jember sejak th 2014 secara nyata menolak pertambangan blok Silo melalui Perda RTRW namun pihak eksekutif tidak melanjutkan dengan membuat Perda RDTR.
b. Pihak DPRD Jember siap untuk mendampingi perwakilan masyarakat Silo bersama Bupati Jember untuk menghadap Gubernur Jatim.
c. Siap untuk membuat Surat Pertanyaan sikap tolak tambang Silo sebagaimana yg diminta perwakilan massa aksi.

Pertemuan selesai dilaksanakan dengan ditandatanganinya surat kesepakatan tolak tambang Silo selanjutnya perwakilan didampingi Wakil Ketua DPRD Jember. menyampaikan hasil pertemuan kepada masa aksi

Lebih kurang 3.500 orang peserta aksi tiba di depan Pemkab Jember dengan melakukan long march dari DPRD Kab. Jember bersama dengan:
a. Wakil Ketua DPRD Kab. Jember H.M. AYUB JUNAIDI S.H.
b. Kapolres Jember AKBP KUSWORO WIBOWO S.H., M.H.
c. Ketua Komisi B DPRD Kab. Jember Sdr. BUKRI dan 5 anggota DPRD Kab. Jember.

Perwakilan aksi diterima langsung oleh dr. FAIDA MMR (Bupati Jember) dan KH. MUQIET ARIF (Wakil Bupati Jember), dan melakukan pertemuan di ruang Lobi Wabub.
Hadir dalam pertemuan tersebut :
a. Bupati Jember (dr. FAIDA MMR).
b. Wakil Bupati Jember (KH. MUQIET ARIF).
c. Wakil Ketua DPRD Kab. Jember (H.M. AYUB JUNAIDI S.H.)
b. Kapolres Jember (AKBP KUSWORO WIBOWO S.H., M.H.)
c. Ketua Komisi B DPRD Kab. Jember (Sdr. BUKRI) dan 5 Anggota DPRD Kab. Jember.
d. Gus Baikun.
e. KH. Imam Haromain.
f. Adapun perwakilan peserta aksi :
– K.H. FARID MUDJIB;
– HERU PURNOMO;
– HASAN BASRI;
– Ust. JUPRI;
– Ust. TAUFIK NUR AHMADI.
– M. FAROHAN (Kades Pace)
– Ra Hodri Arief.
– Nurul (Warga Baban)
– Ahmad Zaenuri
– Sigit
– Solihin
– Saiful Isbah
– Fi Veri Idham Mahrobi.
– Gunawan
– Abdul wahid
– Tiflanal Khoiroh
– Asiati.
– Sdr. Anwar (PMII Cab. Jember).

Adapun penyampaian dalam pertemuan tersebut :
a. Inti Penyampaian yg disampaikan oleh perwakilan warga antara lain :
– Menolak segala bentuk aktivitas pertambangan di Silo.
– Cabut SK Nomor 1802 K/30/MEM/2018.
– Menolak Ijin Wilayah Tambang berdasarkan SK. Menteri ESDM no.1802/MEN/IV/2018 Lampiran 4 Blok Silo.
– Menolak dan meminta segera pihak Dinas ESDM melalui Gubenur Jatim melakukan pencabutan SK ESDM no.1802/MEN/IV/2018 Lampiran 4 Blok Silo.
– Meminta klasifikasi dan komitmen dari Bupati Jember terkait tambang di Kec. Silo.

b. Penyampaian dan Tanggapan Bupati Jember :
– Terima kasih penyampaian aspirasi tertib, terkawal dengan baik, terkoordinir dgn baik, mudah mudahan sampai akhir aksi dapat berjalan dengan baik dan lancar.
– Kami tidak larang demo atau aksi unjuk rasa, krn hak Masy, aksi demo besar besaran asalkan berjalan dengan kondusif tanpa mengganggu masyarakat lainnya.
– Kami telah berkoordinasi dengan Forpimda agar satu suara utk tolak Tambang di Silo.
– Jangan habiskan energi untuk berpolemik di Jember, karena Pemerintah Jember telah berkomitmen untuk tetap menolak tambang sampai kapanpun.
– Kami Telah layangkan surat ke Menteri dan Gubernur, untuk segera mencabut SK Menteri ESDM khususnya lampiran IV.
– Komitmen kami dalam membangun Jember yaitu Pemerintah Bekerja, Adanya investasi dari swasta, dan yang paling utama masyarakat mendukung.
– Kami berdua dengan Wakil Bupati adalah sama sama aktifitas lingkungan, jadi satu suara mendukung masyarakat menolak tambang.
– Kami secara tegas Menolak dan meminta segera pihak Dinas ESDM melalui Gubenur Jatim melakukan pencabutan SK ESDM no.1802/MEN/IV/2018 Lampiran 4 Blok Silo.
– Semuanya komitmen terhadap permintaan masyarakat, bahwa tidak ada tambang di Kec. Silo, jadi harus bisa membatalkan SK Menteri ESDM terkait masalah Tambang khususnya Lampiran IV.
– Bupati menegaskan bahwa tidak ada partai manapun yang ikut serta mendukung tambang, namun bersama sama menolak tambang di Silo sesuai dengan harapan Masyarakat.

c. Penyampaian Wakil Bupati Jember :
– Pemerintah Kab. Jember sepakat dan mendukung masyarakat untuk menolak tambang.
– Kita membutuhkan banyak sinergi dengan banyak pihak untuk melakukan penolakan tambang di Silo.
– Mari berkomunikasi dan kebersamaan untuk tujuan yang sangat besar.
– Kami tidak akan membatasi atau melarang masyarakat untuk menyuarakan dan bersikap dalam menyampaikan aspirasi, khususnya terkait Rencana akan menutup jalan Propinsi, justru akan merugikan masyarakat, mohon untuk dipertimbangkan kembali.

Pertemuan selesai, selanjutnya Bupati Jember dan Wakil Bupati Jember menemui langsung peserta aksi di depan Pemkab Jember, dan menyampaikan kepada peserta aksi sbb :
a. Kami pemerintah Kab. Jember satu suara dengan masyarakat Silo untuk menolak tambang.
b. Bersama sama dengan pemerintah untuk menolak tambang.
c. Bahwa tidak Tidak ada keslutian apapun untuk menolak tambang di Kec. Silo, sehingga jangan sampai di adu domba ataupun dimanfaatkan oleh pihak lain terkait celah tambang di Silo.
d. Kami menegaskan tidak pernah didanai oleh investor tambang dalam Pemilihan Bupati kemaren.
e. Pemerintah Kab. Jember Tidak ada surat selembar pun yg merekomendasikan masalah tambang di Kec. Silo.
f. Bahwa Kewenangan tambang ada di Pemerintah Propinsi dan Pusat.
g. Kami Bupati Jember akan menghadap sendiri kepada Menteri ESDM untuk segera meminta di cabut SK menteri tersebut terkait Tambang di Silo.
h. Semua pihak sepakat untuk menolak Tambang di Silo.
i. Berpesan kepada semua warga masyarakat jangan mau di adu domba oleh siapapun atau pihak manapun, dan mengajak untuk satu suara menolak tambang.

Salam Tambang

Agus Bp. Oong – Ketua DPC APRI Jember

 

Leave a Reply