REFLEKSI 4 TAHUN APRI

 

Kalau anak, 4 tahun tentulah masih tergolong BALITA. Mungkin sebagian penambang rakyat sudah menaruh banyak harapan kepada balita APRI.  Apalagi mengingat kondisi tambang rakyat yang masih juga belum memiliki IPR.  Penambang masih dipenuhi rasa takut dan belum benar-benar menyadari haknya sebagai penambang yang dilindungi Undang-Undang.

Dengan segala upaya, balita APRI telah membangun DPW di 34 Provinsi dan DPC di 400 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.  Angka 34 dan 400 bukanlah sekedar angka biasa, itu menjelaskan sebaran penambang di Indonesia yang sangat luas, hampir menyamai luas benua Eropa.  Balita APRI kini telah memiliki keseluruhan anggota lebih dari 3,6 juta, mulai dari penambang emas DMP (1,2 jt.), penambang minyak (240 rb.), penambang timah (30 rb.), penambang mangan (350 rb.), penambang belerang (15 rb.), penambang garam (150 rb.), penambang batu bara (270 rb.), penambang galian C (1,4 jt.), dan penambang sampah (>1 rb.) penambang.

Sampai umur 4 tahun ini, APRI sudah melakukan beberapa hal, antara lain:

  1. Bekerjasama dengan Dirjen PPKL, KLHK dalam survei dan inventarisasi lahan terbuka bekas tambang di seluruh Indonesia.
  2. Rakernas I di Hotel Kartika Chandra, 22-24 November 2015.
  3. Kerjasama dan kerja bersama dengan Universitas Nusa Cendana Kupang, Nusa Tenggara Timur; Universitas Halu Oleo, Kendari Sulawesi Tenggara; Universitas Pattimura, Ambon Maluku; The University of Edinburgh; Charles Darwin University; Australian National University; dan beberapa pihak lainnya. 
  4. Menyelenggarakan Konfrensi Tambang Rakyat Internasional, 1-4 November 2016 di Jakarta yang dihadiri lebih dari 1000 penambang dan perwakilan dari 10 negara sahabat.
  5. Saat ini ada beberapa inisiasi (proses perundingan) kerjasama dengan beberapa pihak, antara lain: Universiata Cendrawasih, Universitas Sam Ratulangi, Puslitbang tekMIRA, Himpunan Pengusaha Nahdliyin, Bank Rakyat Indonesia, dan beberapa pihak swasta yang lainnya.
  6. Beberapa bulan yang lalu telah diluncurkan website APRI: tambangrakyat.com dan khusus untuk berita: berita.tambangrakyat.com untuk meningkatkan penyebaran informasi APRI.
  7. Dan lain-lain.

Kalau masih ada yang mengeluh atau menuntut lebih terhadap kerja Balita DPP APRI. Semoga ini merupakan cermin dari harapan yang sangat besar terhadap kehadiran APRI.

Saya berharap kita bisa introspeksi dan menghitung sudah sejauh mana kita memberikan peran dan kerja untuk membesarkan balita APRI ini?  Sebagai DPW, sudah berapa Kabupaten/Kota yang kita kunjungi dan kita dorong DPCnya untuk aktif?  Sebagai DPC, sudah berapa kecamatan kita datangi, sudah berapa kelompok tambang kita datangi/temua untuk sosialisasi, dst.?  Atau kita lebih sibuk menilai kerja DPP APRI?

Bagi yang ikut Munas I di Jogya, pasti ingat tujuan utama kita mendirikan APRI, yaitu supaya profesi penambang rakyat diakui pemerintah. Membangun eksistensi APRI adalah suatu keharusan agar riil bisa terlihat nyata diseluruh Indonesia. Kita butuh Pengurus, Sekretariat, Daftar Kelompok CRM, dan terdaftar di semua Kesbangpol diseluruh Indonesia.  APRI juga harus berlomba-lomba membuat aksi, kegiatan, dsb. sehingga orang (terutama penambang) tahu keberadaan APRI diseluruh Indonesia.  Inilah tugas semua pengurus APRI mulai dari DPP, DPW, dan DPC untuk pro-aktif melakukan konsolidasi penambang rakyat.

Mari, memasuki umur ke 5 tahun ini semua pengurus APRI menyadari betul tugas dan tanggungjawabnya dan berusaha terus meningkatkan peran masing-masing!  Kita harus kurangi bicara besar atau terlalu banyak menuntut kalau keberadaan APRI di tempat kita saja tidak bisa dilihat orang dan pemerintah!  Dan saya harap kita sepakat, bahwa yang pernyataan yang sengaja menyulut perpecahan untuk memecah-belah penambang rakyat adalah pengkhianat perjuangan APRI. Karena tanpa bersatu, perjuangan penambang rakyat akan mudah di hancurkan pihak-pihak yang tidak menghendaki tambang rakyat menjadi legal.   Kalau memang ada pengurus APRI termasuk Ketum, bila dianggap tidak benar, silahkan diganti saja!  Jangan penambang rakyat yang sudah membangun persatuan didalam APRI menjadi terpecah!

Mari segera kita genapkan DPC diseluruh Kabupaten/Kota yang memiliki tambang rakyat.  Saya minta semua DPC segera mengajukan lokasi calon WPR.  Jangan ada ada alasan lagi tambang rakyat tidak bisa mengajukan IPR karena tidak ada WPR.  Ingat, kalau kedepan ada masalah tambangrakyat karena tidak ada WPR di kabupaten/kota, maka bila tidak ada usulan atau pengajuan dari DPC APRI, maka penambang rakyat berhak meminta pertanggunjawaban ke DPC setempat.  Tentunya DPW juga punya tanggungjawab untuk mendorong agar semua DPCnya segera menyiapkan usulan lokasi WPR.  Usulan WPR akan kita ajukan kolektif secara Nasional agar dorongannya semakin besar dan langsung dipantau oleh Presiden RI.

Kekuatan APRI haruslah merupakan perpaduan dari profesianalitas kerja DPP, DPW, dan DPC.  Semakin besar jumlah penambang rakyat yang kita naungi, maka kekuatan APRI akan semakin besar.  Dan yang mengikat semua itu adalah rasa solidaritas sesama penambang rakyat.  Jadi mari kita tingkatkan terus persatuan dan solidaritas sesama penambang rakyat Indonesia!

Bersatu!!! Tambangrakyat  Jaya!!!

Salam Tambang

GTS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *