Penambang Rakyat Bantah Merusak Lingkungan

 

Asosiasi Pertambangan Rakyat Indonesia (APRI) membantah terkait tuduhan kegiatannya selama ini merusak lingkungan. APRI menjelaskan tidak menggunakan bahan kimia untuk melaksanakan aktivitas pertambangan selama ini.  

Penggunaan bahan kimia dalam proses penambangan jauh lebih aman daripada yang dipakai petani selama ini.  “Tidak lebih buruk ketimbang penggunaan pestisida, herbisida, dan pupuk kimia yang digunakan petani yang juga mencemari lingkungan.

Pertambangan rakyat memanfaatkan lahan hutan sangat sedikit jika dibaningkandengan perkebunan yang membutuhkan wilayah lahan sangat luas.

Perbandingannya, untuk pertambangan rakyat 2 hektar bisa menyejahterakan lebih dari 500 penambang dan keluarganya (KK).  Sementera untuk perkebunan 2 hektar hanya bisa menyejahterakan bagi 1 keluarga saja. Jadi kalau untuk menyejahterakan 1.000 KK, perkebunan membutuhkan 2.000 hektar, sedangkan pertambangan rakyat hanya membutuhkan 4 hektar saja.  Untuk 1.000 KK saja, pertambangan rakyat menyelamatkan 1.996 hektar hutan.

Salam tambang!!!

Gatot-Ketum APRI

Sumber: http://www.tribunnews.com/bisnis/2016/10/30/penambang-rakyat-bantah-merusak-lingkungan

 

One thought on “Penambang Rakyat Bantah Merusak Lingkungan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *