KONSOLIDASI DPW APRI JAWA TIMUR

Tanggal 29 Desember 2018, di kediaman Bung Didik Gatot Subroto, kota Malang telah dilaksanakan reposisi kepengurusan DPW APRI Jawa Timur.

Reposisi dilaksanakan setelah ada permintaan dari Bung Didik GS yang merasa bahwa DPW APRI Jawa Timur seharusnya dapat dimaksimalkan lagi peranannya dalam mengorganisir penambang rakyat Indonesia, khususnya di Jawa Timur.  Setelah mendapat masukan dari berbagai pihak, baik dari DPP, DPW, dan perwakilan DPC-DPC di Jawa Timur, disepakati bung Muhammad Sofyanto yang sebelumnya menjabat sebagai bendahara DPW APRI Jawa Timur untuk memegang jabatan Ketua DPW APRI Jawa Timur.  Selanjutnya Bung Didik GS akan menjadi Pembina dan Penasehat DPW APRI Jawa Timur dan secara tegas menyatakan komitmennya untuk tetap memperjuangkan tambang rakyat Jawa Timur, terutama melalui akses dan kemampuan lobi-lobinya dengan para pejabat dan pihak terkait lainnya.

Salah satu agenda yang penting untuk DPW APRI Jawa Timur adalah memperjuangkan keterlibatan anggota-anggota APRI di sekitar Kabupaten Situbondo, Lumajang, Bondowoso, Banyuwangi, dan Jember dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan infrastruktur jalan tol PROBOWANGI.  Para penambang rakyat di seputaran lokasi proyek tersebut merasa seharusnya dapat memiliki peranan terutama dalam suplai material konstruksi mulai dari tanah urug, agregat A, B, pasir, batu belah, split, dst.  Dengan koordinasi dan pengaturan suplai lewat 1 pintu DPW APRI Jawa Timur, diharapkan bisa mengurangi konflik di masyarakat, permainan harga oleh para spekulan, dan jaminan pasokan material kepada main kontraktor jalan tol tersebut.

Agenda ini tentu tidak akan mudah, terutama menghadapi oknum-oknum yang berusaha untuk memonopoli suplai ke Kontraktor yang seringkali menjadi permainan “orang dalam”. Tetapi DPW APRI Jawa Timur dengan tujuan yang baik dan masih percaya dengan komitmen “Pro-Rakyat’nya pemerintahan Jokowi, agenda ini akan berhasil.  Bisa dibandingkan, kalau pengusaha Jakarta yang memiliki IUP Galian C seluar 100 ha., maka orang Jawa Timur hanya bisa menjadi buruh atau satpam saja.  Tetapi kalau IUPnya dikasih ke penambang rakyat di Jawa Timur, maka sedikitnya ada 20 pengusaha Galian C dengan luas @ 5 hektar.  Belum lagi kalau pemilik IUPnya adalah Koperasi.

Selain itu, dengan semakin banyak pengusaha Galian C di daerah, maka pendapatan asli daerah (PAD) diyakini akan meningkat tajam.  Saat ini beberapa pengusaha penambang rakyat di Jawa Timur mampu membayar pajak lebih dari Rp 1 Milyard per tahun.  Peningkatan PAD dari tambang rakyat inilah yang juga akan menjadi target dari DPW APRI Jawa Timur di tahun 2019, yaitu peningkatan PAD sedikitnya 100%.  Untuk mencapai target tersebut, tentunya DPW APRI harus terus berkoordinasi dan bersinergi dengan pemerintah.  Kalau tahun ini PAD dari tambang rakyat di provinsi Jawa Timur hanya berkisar Rp 20 Milyard, maka tahun 2019 harus mencapai sedikitnya Rp 40 Milyard.  Saya kira angka ini dengan dukungan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota bukanlah angka yang sulit untuk dicapai.

Selamat berjuang DPW APRI Jawa Timur!

Salam Tambang, untuk rakyat lebih sejahtera!!!

GSA-Ketum APRI

 

3 Comments

  1. Thankfulness to my father who stated to me regarding this webpage,
    this website is truly awesome. http://www.allancross.net/__media__/js/netsoltrademark.php?d=918.network%2Fcasino-games%2F78-live22

  2. Thankfulness to my father who stated to me regarding
    this webpage, this website is truly awesome. http://www.allancross.net/__media__/js/netsoltrademark.php?d=918.network%2Fcasino-games%2F78-live22

  3. Thanks in support of sharing such a good opinion, piece of writing is good, thats why i have read it fully

Leave a Reply