Kelompok Penambang Rakyat Tihang Jaya Resmi Membentuk RMC APRI

tihan-e1585296369386 bagas apri.jpeg

Payung hukum agar para penambang rakyat tidak ragu-ragu atau ketakutan ketika melakukan aktifitas menambang, salah satunya adalah pasal 24, UU No. 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara yang berbunyi, “Wilayah atau tempat kegiatan tambang rakyat yang sudah dikerjakan tetapi belum ditetapkan sebagai WPR diprioritaskan untuk ditetapkan sebagai WPR.”

Bila rakyat sudah melakukan kegiatan, maka kewajiban pemerintah agar segera mengupayakan penetapannya sebagai Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Pemerintah juga akan sangat terbantu dengan diterbitkannya legalitas IPR, karena hal ini berbanding lurus dengan penerimaan asli daerah dari pajak atau retribusi yang dibayarkan oleh para penambang.

“Bagaimana para penambang rakyat akan membayar pajak atau retribusi? Kalau belum mempunyai IPR? Yang ada pungli oleh para preman dan oknum aparat merajalela,” ujar Bagas, Ketua DPC APRI Lebak di ruang kerjanya.

“Semua penambang harus menyadari perlunya terorganisasi, sehingga segala bentuk aspirasi dapat tersalur secara formal, proporsional, dan legal. Semua penambang rakyat wajib terhimpun dalam Responsible Mining Community (RMC), semua harus terdaftar dan bersedia mengikuti aturan dan kewajiban sebagai anggota. Selanjutnya pengurus CRM dan DPC APRI yang akan mengupayakan formalitas ke pemerintah daerah sampai dengan pusat,” terangnya.

Terkait hal ini DPC APRI Lebak konsisten melakukan sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya legalitas tambang rakyat kepada MLT (Masyarakat Lingkar Tambang) di wilayah kerjanya.
Kamis, 26 Maret 2020 resmi dikeluarkan Sertifikat RMC No. 089/2205.04/CRM/TC26 yang ditanda-tangani Ketua Umum, Ir. Gatot Sugiharto dari DPP APRI untuk Kelompok Penambang Rakyat Tihang Jaya yang diketuai Yandi alias Pohang. CRM Tihang Jaya berkegiatan di penambangan emas DMP beranggotakan 300 orang dan mempunyai kantor sekretariat di Jl. Warungkurupuk, Desa Pasirgombong, Kec. Bayah, Kab. Lebak, Prop. Banten – 42393.

Bagas menjelaskan, ”Kelompok penambang di wilayah Cibeber – Bayah yang tergabung di APRI (Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia) baru ada empat RMC. RMC tersebut tiga di wilayah Cibeber, satu di wilayah Bayah. RMC Kondang Jaya, RMC Jaya Maju, RMC Nagrak Jaya dan RMC Tihang Jaya. Penambang yang tergabung menerapkan praktek penambangan yang baik (GMP-good mining practice).”

Bagas menerangkan bahwa para penambang yang tergabung dalam RMC APRI menerapkan sistem pengolahan ramah lingkungan, mengembangkan jaringan pemasaran menuju green market yang selaras dengan visi misi APRI yaitu menuju tambang rakyat yang kolektif, legal, aman, ramah lingkungan, berkelanjutan dan dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat terutama masyarakat lokal.

“Kedepannya DPC APRI Lebak akan mengundang DPP untuk melakukan pembinaan serta pelatihan penambang yang berkolaborasi dengan Dinas ESDM dan Polri. Semua anggota RMC diharapkan juga menyerahkan semua masalah terkait dengan kegiatan penambangannya kepada pengurus RMC, agar segala sesuatu bisa berjalan dengan baik dan terkontrol,” ungkap Bagas.

“Contoh soal, ada masalah preman yang biasanya suka memaksa minta sumbangan, oknum aparat yang melakukan pemerasan/ pungli, semua harus segera dikoordinasikan dengan pengurus RMC dan DPC APRI. Dengan demikian, masalah ini akan langsung sampai ke pusat (DPP APRI), karena RMC melalui DPC APRI akan langsung berkoordinasi dengan DPW dan DPP APRI. Sesuai tingkat masalahnya, DPW atau DPP APRI akan memberikan bantuan yang diperlukan,” lanjutnya.

Di akhir wawancara, Bagas mengajak, “Mari semua penambang rakyat Indonesia, belajar dari penambang rakyat Sukabumi! Bentuk RMC, data semua penambangnya, dan silahkan melaksanakan kegiatan, agar menjadi prioritas pemerintah! Ingat! Harus terorganisir, terdata, dan penambangnya berkomitment untuk kompak. Kita semua lemah tidak berdaya kalau sendirian, tetapi bila bersatu kita akan menjadi kuat dan memiliki keberanian yang lebih. Salam Tambang!”

Penulis : Dodi Efendi

Photo By : Patriotindonesia.id

Email

Leave a Reply