DPW APRI Sumatera Selatan & Bengkulu Berbenah

Beberapa tahun DPW APRI Sumatera Selatan & Bengkulu sudah terbentuk, tetapi gebrakan yang dilakukan belum juga nampak.  Padahal Sumatera Selatan & Bengkulu adalah salah satu provinsi yang memiliki sumberdaya tambang luar biasa besar dan beragam.  Tercatat selain galian C ada batubara, besi, emas, galena, termasuk gemstone alias batu akik.

Para pengurus belum bisa memaksimalkan perannya untuk terlibat dalam pengelolaan sumberdaya tambang tersebut.  Sebagian besar pengurus APRI hanya menjadi penonton orang asing dan kapitalis dari Jakarta yang sedang mengeruk sumberdaya tambang di wilayahnya.  Yang dikerjakan kebanyakan hanya mengeluh, mengkritik pemerintah, dan menforward berita-berita miring soal tambang.

Tapi sekarang para pengurus DPW APRI Sumsel dan Bengkulu mulai menyadari, bahwa satu-satunya hal yang tidak boleh ditinggalkan adalah menambang.  Agar wilayah kami tidak ditambang orang lain dan orang asing, maka kami sendiri harus menambang.  Kami harus menjadi pelaku tambang!  Kalau orang-orang china (WNA) saja berani datang jauh-jauh menambang tanpa ijin, mengapa kami harus takut?  Apalagi sebagai rakyat Indonesia kita dijamin oleh Undang-Undang untuk menambang meskipun belum ada ijin. (Pasal 24, UU no.4 Tahun 2009 Tentang Minerba)

Untuk itu, kami para pengurus DPW APRI Sumsel dan Bengkulu bertekad dalam beberapa bulan ini harus sudah memiliki kuari, menjadi pelaku tambang, dan bisa menggerakkan ribuan penambang rakyat untuk mulai bergerak menambang.  Kami pengurus APRI akan bersama-sama menjadi pelaku tambang yang aktif menambang.  Secara paralel, kami akan mendorong pemerintah agar memfasilitasi para penambang untuk menjadi legal, menambang dengan aman, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Agar wilayah kami tidak ditambang orang asing, maka kami akan menggerakkan rakyat lokal untuk menambang.

Salam Tambang!

 

 

Gts.

2 Comments

  1. terima kasih untuk artikel nya sangat bermanfaat sekali.
    apakah pemilik usaha pertambangan ini dari Indonesia atau dari luar?

    • APRI selalu memperjuangkan agar perizinan dan kepemilikan tambang dilakukan oleh masyarakat lokal atau Warga Negara Indonesia. Apabila ada pihak luar/asing ingin berinvestasi, sifatnya harus kerjasama atau mereka menjadi operator saja. Kita mengupayakan agar masyarakat tidak menjadi “tamu” di kampungnya sendiri, tetapi tetap menjadi “tuan rumah”.
      Salam

Leave a Reply