DPC APRI Rejang Lebong Inginkan Legaliasi Tambang Rakyat

APRI bersama Bupati Rejang Lebong, Bapak Hijazi (Bupati Independen, periode ke-2)

“Saya mau agar sumberdaya tambang wilayah kabupaten Rejang Lebong bisa menjadikan rakyat Rejang Lebong sejahtera!”  Demikian pernyataan tegas dari pak Bupati.  Beliau mengajak APRI untuk bekerjasama dan melakukan segala upaya agar tambang di Kabupaten Rejang Lebong bisa dikelola untuk Tambang Rakyat!

Tantangan di depan mata untuk DPC APRI Rejang Lebong dan DPW APRI Bengkulu.  Bagaimana menyiapkan semua instrumen agar segera pertambangan rakyat dapat dilakukan di Kabupaten Rejang Lebong.  Sinergi kepentingan antara Pemerintah Daerah dan masyarakat sudah terbangun.  Selanjutnya adalah menyusun rencana kegiatan dan agenda kerja nyata agar konsep pertambangan rakyat segera terwujud.

Dengan perkiraan produksi 1 Kg emas/hari, dapat diperkirakan berapa ribu masyarakat akan mendapatkan manfaat langsung?  Berapa retribusi yang masuk ke Pemda setiap bulan?  Berapa besar putaran ekonomi yang terjadi setiap hari, setiap minggu, dan setiap bulan?  Selain emas, di kabupaten Rejang Lebong juga terdapat belasan kuari galian C yang sebagian besar masih ilegal.  DPC APRI Rejang Lebong bertekat bersama pemerintah untuk menjadikan semua kegiatan tambang rakyat menjadi legal, aman, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.  Dengan perencanaan yang baik dan pengelolaan yang bertanggungjawab, maka manfaat tambang rakyat akan bisa dimaksimalkan dan dampak negatifnya dapat diminimalkan.

Belajar dari kabupaten yang lain, pemerintah daerah kabupaten Rejang Lebong tidak ingin sumberdaya tambangnya dikuasai perusahaan, sementara rakyatnya sendiri dikejar-kejar atau dianggap pencuri di tanahnya sendiri.  Masyarakatnya bukan membayar pajak, tetapi membayar upeti.  Akibatnya pemerintah daerah tidak mendapatkan pemasukan (PAD), tetapi hanya memperkaya oknum-oknum tertentu saja.

Salam Tambang!!!

Gts.

 

One comment

Leave a Reply