DISKUSI BERSAMA AWAK MEDIA JAKARTA

Mana yang lebih menguntungkan antara Tambang Rakyat dan PT.Freeport untuk bangsa Indonesia?

Pertanyaan ini bukan untuk mengecilkan PT. Freeport, tetapi untuk menunjukkan Tambang Rakyat Indonesia itu realitasnya jauh lebih besar dari PT. Freeport.  Kalau untuk 51% saham PT. Freeport pemerintah mau mengeluarkan lebih dari Rp 56 Triliun, berapa yang sudah dikeluarkan pemerintah untuk pembinaan Pertambangan Rakyat?

Dengan luas lahan lebih dari 212 ribu hektar, PT. Freeport hanya mampu memberikan penerimaan negara sekitar Rp 8 Triliun rupiah/tahun dan menampung sekitar 7.000 karyawan.  Sedangkan 3,6 juta penambang rakyat hanya membutuhkan sekitar 18 ribu hektar, tetapi memiliki potensi penerimaan negara yang bisa diberikan sekitar Rp 25 Triliun/tahun.  Selain itu, bila tambang rakyat sudah diakomodir pemerintah, penambang rakyat seluruh Indonesia siap menyumbang minimal 1 ton emas setiap tahun kepada pemerintah.

Sebagai perbandingan juga, ternyata perkebunan sawit yang mengkonversi 14 juta hektar hutan Indonesia, ternyata hanya menyubang tidak lebih dari Rp 20 Triliun/tahun.  Dan berapa anggara pemerintah (APBN) yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk urusan perkebunan sawit, dan berapa banyak konflik akibat perkebunan sawit di Indonesia?

Mari kita lihat, apakah pemerintahan presiden Jokowi masih menggunakan rasionalitas atau tidak?  Masih benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat atau kepentingan pihak-pihak tertentu?

Salam Tambang!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *