BAGAIMANA CARA MEMBENTUK KELOMPOK PENAMBANG (CRM-APRI)?

APA ITU CRM?

Collective Responsible Mining (CRM) adalah: Kelompok Penambang Rakyat dalam naungan APRI, yang selaras dengan visi-misi APRI, yaitu menuju tambang rakyat yang kolektif, legal, aman, ramah lingkungan, berkelanjutan, dan dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat terutama masyarakat lokal (masyarakat lingkar tambang).

Kelompok CRM dapat berbentuk: Kelompok Tani, Kelompok Penambang, Paguyupan Penambang, BUMDES, Koperasi, Yayasan, dst.

Apabila Kelompok Penambang Rakyat sudah mendapatkan Sertifikat CRM APRI, maka semua pengurus dan anggotanya secara otomatis adalah anggota APRI, yang berhak mendapatkan pembinaan dan perlindungan dari APRI.

BAGIAMANA CARA MEMBANGUN/MEMBENTUK CRM?

Di setiap lokasi kegiatan tambang rakyat atau perkampungan penambang rakyat atau di komunitas masyarakat adat yang ingin mengembangkan pertambangan rakyat dapat dibentuk CRM APRI. Kelompok Penambang Rakyat (CRM) dapat dibentuk untuk segala jenis tambang, antara lain: emas, galena, tembaga, zirkon, timah, kaolin, batubara, batu andesit, pasir, sirtu, garam, belerang, batu alam, antomoni, dll.   Jumlah anggota CRM minimal 25 orang, maksimal boleh sampai 5.000 orang.

Pembentukan CRM_APRI diupayakan melibatkan para pelaku tambang, tokoh-tokoh masyarakat, dan mempertimbangkan kearifan lokal; Sesuai tujuan APRI untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal/setempat, maka anggota CRM APRI harus diprioritaskan untuk penduduk asli atau masyarakat setempat.  Setiap orang yang terlibat langsung dalam kegiatan pertambangan rakyat, seperti tukang pikul, ojek tambang, pedagang sembako, warung kopi dan makanan, karyawan bengkel alat pengolahan, dsb. dapat menjadi anggota CRM APRI.

10 KOMITMEN KELOMPOK PENAMBANGAN YANG BERTANGGUNGJAWAB  (CRM)-APRI:

  1. Berbentuk Kelompok –> Kelompok Usaha Tambang/Koperasi.
  2. Mengupayakan Legalitas –>Mengurus WPR-IPR atau IUP Kecil (> 50 ha.).
  3. Membuat Perencanaan Kegiatan.
  4. Menerapkan Praktek Pertambangan Yang Baik (GMP).
  5. Menerapkan Sistem Pengelolaan Ramah Lingkungan.
  6. Memastikan Pengelolaan Paska Tambang dan upaya pemanfaatan limbah.
  7. Mengupayakan Keberlanjutan –> Peningkatan Nilai Tambang dan Diversifikasi Usaha.
  8. Meningkatkan Peranan Perempuan.
  9. Mengembangkan Jaringan Pemasaran/pasar –>Menuju Green Market.
  10. Pembukaan Lapangan Kerja untuk Mengurangi Pengangguran dan  Meningkatkan Pendapatan Masyarakat –>Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat.

LANGKAH-LANGKAH PEMBENTUKAN CRM

1._Apabila di suatu lokasi kegiatan tambang rakyat atau komunitas penambang rakyat belum ada kelompok/koperasi penambang rakyat, maka pengurusatau anggota APRI dapat melakukan sosialisasi untuk membentuk CRM APRI.

2. Apabila sudah ada kelompok/koperasi penambang rakyat, maka pengurusatau anggota APRI dapat mengajak mereka bergabung dalam naungan APRI, menjadi CRM_APRI.

3. Calon Pengurus CRM_APRI dapat secara langsung atau melalui pengurus DPC/DPW APRI mengajukan penerbitan Sertifikat CRM_APRI dari DPP APRI. Data minimal untuk diterbitkannya Sertifikat CRM APRI adalah:

  • Nama Kelompok Penambang Rakyat (CRM):
  • Nama & nomor HP/WA: Ketua, Sekretaris, dan Bendahara:
  • Wilayah Kerja CRM: ____________
  • Komoditi yang ditambang: ________
  • Perkiraan jumlah anggota CRM: +        orang (        pa +        pi)
  • Alamat Sekretariat CRM: ________________

Data dikirim ke DPP APRI, bisa lewat SMS/WA: 081318135059

4. Setelah mendapatkan Sertifikat CRM_APRI, Pengurus CRM segera melakukan pendataan anggotadan membuat kesepakatan-kesepakatan kelompok yang dituangkan dalam Berita Acara Kesepakatan Kelompok/CRM, yang meliputi: 1). Pembagian Tugas Pengurus dan Bidang-Bidangnya; 2). Kontribusi Anggota Untuk Biaya-biaya kegiatan CRM, antara lain untuk: operasional pengurus CRM, proses pengurusan Izin (Mulai dari WPR s/d IPR), CSR; 3). Kesepakatan tentang Hal-hal lainnya yang dianggap perlu.

5. Paralel melakukan kegiatan penambangan (atas dasar pasal 24, UU no. 4 Tahun 2009 Tentang Minerba), CRM memulai langkah-langkah pengurusan izin, mulai dari pengajuan usulan WPRsampai dengan pengajuan IPR dalam pendampingan APRI.

6. Pengurus CRMharus pro-aktif mengupayakan dan mensegerakan pemenuhan kewajiban para pengurus dan anggotanya sebagai anggota APRI, agar semua anggota CRM bisa mendapatkan pembeinaan dan perlindungan dari APRI.

7. Apabila dalam 6 (enam) bulan sejak terbitnya Sertifikat CRM, pengurus CRM tidak memberikan laporan kegiatan dan data CRM ke DPP APRI, maka CRM akan dievaluasi dan Sertifikat CRMnya dapat dibatalkan atau dicabut.

Semua anggota dan pengurus APRI berkewajiban melakukan sosialisasi dan membentuk CRM di setiap lokasi tambang.  Semua penambang rakyat harus segera menjadi usaha kolektif yang legal, aman, ramah lingkungan, berkelanjutan, dan dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat, terutama masyarakat lokal/masyarakat adat.

Salam Tambang!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *