APRI adalah Organisasinya Penambang Rakyat Indonesia

Sebagian pendiri APRI, bertekad agar penambang rakyat diakui pemerintah

Pada jaman penjajahan Belanda keberadaan penambang rakyat relatif lebih dianggap ada.  Ada banyak laporan produksi dari tambang rakyat.  Di beberapa daerah seperti di Sumatera Barat, Gorontalo, dan Kalimantan terdapat komunitas penambang rakyat yang telah ada bahkan sebelum Belanda datang ke Nusantara.  Namun sangat disayangkan justru setelah jaman kemerdekaan, para penambang rakyat sangat terpinggirkan dan cenderung diperlakukan seperti penjahat.   Uang dan hasil emas terus-menerus diperas oleh para oknum aparat, tetapi kegiatan tambang rakyat diperlakukan sebagai pekerjaan ilegal.  Uangnya halal, kerjanya haram!

Menyadari kondisi penambang rakyat yang tidak pernah mendapatkan perhatian pemerintah secara sungguh-sungguh, pada awal tahun 2014 mulai terjadi diskusi untuk membentuk sebuah wadah bagi para penambang rakyat supaya aspirasi penambang rakyat bisa disuarakan.  Melalui diskusi intensif melalui facebook dan beberapa kali pertemuan di Bandung, disepakati untuk diadakan pertemuan penambang rakyat di Jogyakarta, 21-24 Agustus 2014.

Melaui diskusi hangat dan cukup melelahkan akhirnya kita sepakati untuk membentuk sebuah organisasi penambang rakyat yang kita sebut APRI atau Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia.  APRI diharapkan menjadi saluran aspirasi penambang rakyat dan menjadi kendaraan perjuangan penambang rakyat agar diakui oleh pemerintah Republik Indonesia.  Menyadari keberadaan APRI di Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika, APRI optimis bisa memberi kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia.  Dengan 3,6 juta penambang rakyat dan omset sekitar 200 Triliun rupiah/tahun, kegiatan tambang rakyat mampu mendorong perekonomian lebih dari 40 juta masyarakat Indonesia.

Selain menyerap lebih dari 3 juta tenaga kerja sebagai penambang, kegiatan tambang rakyat juga mampu mendorong terciptanya jutaan lapangan kerja lainnya.  Seharunya pemerintah melihat betapa strategisnya tambang rakyat sebagai sektor ekonomi yang sangat produktif dan memiliki kemampuan untuk menggerakkan ekonomi suatu daerah secara signifikan.  Kini APRI sudah memasuki tahun ke-4 dari kelahirannya.  34 DPW sudah terbentuk disemua provinsi di Indonesia, hampir 400 DPC di kabupaten/kota diseluruh Indonesia.  Mari kita lihat memasuki 5 tahun ke-2 ini APRI akan seperti apa?  Semua tergantung dari peran dan aktivitas setiap DPC di seluruh Indonesia.

Gatsu

Leave a Reply