Anugerah Tuhan Berupa Pasir_Harus Dimanfaatkan Secara Bijaksana

Lumajang, wilayah yang berada disisi Timur, Tenggara, dan Selatan Gunung Semeru. 

 

Seperti yang terjadi dibeberapa daerah pengunungan yang aktif lainnya seperti Merapi di Jogyakarta dan Sinabung di Sumatera Utara, setiap periode tertentu Gunung Semeru  memuntahkan jutaan metrik ton pasir di Lumajang dan sekitarnya.  Hujan pasir dan endapan pasir yang terjadi beberapa ratus tahun ternyata menjadi simpanan kekayaan alam yang sangat berguna bagi kepentingan hidup manusia.  Pasir dan kerikil dari Lumajang ternyata menjadi andalan material konstruksi di sebagian besar proyek-proyek besar di Jawa Timur, seperti Gresik, Surabaya, Mojokerto, Sidoarjo, Pasuruan, Malang, Probolinggo, Banyuwangi, dan Jember.

 

 

DPC APRI Lumajang, salah satu pelaku penambangan pasir dalam prosesnya tidak mudah.  Selain tidak mudah untuk mendapatkan legalitas/perizinan, juga terdapat penolakan dari beberapa yang merasa sebagai aktivis lingkungan.  Diperlukan proses yang cukup panjang dan kesabaran untuk membangun presepsi positif dari masyarakat sekitar calon lokasi tambang.

Namun dengan pendekatan yang baik dan sinergi dengan pemerintah Kabupaten dan Provinsi, akhirnya kegiatan pertambangan rakyat yang mengekploitasi pasir dapat berlangsung secara legal dan mendapat dukungan dari pemerintah dan masyarakat.  Apa saja keuntungan yang diperoleh dari kegiatan pertambangan pasir di Lumajang ini:

  1. Ratusan pengangguran mendapatkan pekerjaan dengan pendapatan yang sangat baik.
  2. Pajak/Retribusi hampir Rp 150 juta/minggu, meningkatkan PAD secara significan.
  3. CSR untuk desa, karang taruna, pesantren, dll. Termasuk pembangunan dan pemeliharaan jalan lingkungan.
  4. Peningkatan nilai tanah yang sebelumnya dianggap lahan-lahan kurang produktif.
REHABILITASI PASKA TAMBANG
Kekawatiran para aktivis lingkungan ternyata terjawab dengan apa yang dilakukan oleh DPC APRI Lumajang bersama masyarakat lingkar tambang.

Sebelum dilakukan penambangan pasir, lahan banyak yang dijadikan kebun jeruk.  Buah jeruk Lumajang cukup terkenal di Jawa Timur.  Namun karena lahannya berpasir, penyiraman wajib dilakukan minimal 2 x dalam 1 minggu.  Kalau sampai terlambat, tanaman jeruk bisa layu dan mati atau rusak, yaitu tumbuh tetapi tidak normal lagi.

Setelah lahan tersebut ditambang pasirnya yang rata-rata sampai kedalaman 9 meter, pohon jeruk yang ditanam ternyata tumbuh sangat subur dan tidak perlu lagi melakukan penyiraman seperti sebelumnya.  Produksi juga lebih baik dan lebih banyak.

Dampaknya beberapa pemilik lahan justru menawarkan agar lahannya ditambang pasirnya, supaya mereka bisa bertanam jeruk dengan lebih baik lagi.   Tapi bonusnya mereka mendapatkan fee dari produksi pasir yang cukup besar yang bisa mereka gunakan untuk menambah modal dalam berkebun jeruk dengan lebih baik lagi.

Bagi teman-teman yang ingin melihat langsung ke lokasi, silahkan langsung berkoordinasi dengan DPC APRI Kab. Lumajang (Bpk. Mohammad Sofyanto: 0822-4381-1811)

Salam Tambang!!!

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *